Cara Membedakan Pegal Linu Biasa dengan Nyeri Sendi

obatpegallinu.com,- Tidak sedikit dari kita yang sering mengalami pegal dan nyeri sendi, terlebih lagi setelah melakukan pekerjaan yang berat. Namun, masih banyak orang yang berpikir bahwa nyeri sendi dan pegal linu sebagai hal yang sama. Padahal, menurut pakar kesehatan, kedua hal ini berbeda baik itu dalam hal penyebab, gejala, dan juga cara pengobatannya.

Lalu, bagaimana cara membedakan pegal linu biasa dengan nyeri sendi ?

Menurut pakar kesehatan, pegal linu merupakan gejala dimana kita bisa mengalami nyeri atau kaku pada persendian, namun ketika diperiksa, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ada kelainan pada persendian tubuh.

Pegal linu seringkali terhadi karena adanya gangguan pada persendian atau jaringan pendukung persendian layaknya tendon, ligamen, tulang, hingga otot. Biasanya pegal linu terjadi karena aktifitas fisik yang berlebihan atau gerakan tubuh yang tidak benar saat olahraga, sehingga sendi pun menjadi tegang, terkilir, atau bahkan mengalami dislokasi.

Sedangkan nyeri sendi disebabkan oleh adanya peradangan pada area persendian yang biasanya disertai dengan pembengkakan dan gejala-gejala lainyya layaknya pergerakan sendi yang terbatas, rasa nyeri saat bergerak, hingga rasa hangat atau warna kemerahan pada persendian.

Selain itu, nyeri sendi juga sering disertai dengan perubahan pada bentuk sendi, adanya ketidaknormalan pada tulang, dan rasa nyeri yang luar biasa.

Biasanya radang sendi disebabkan karena adanya masalah layaknya cedera sendi, komplikasi dari obesitas, masalah osteoarthritis, hingga gangguan autoimun. Hal ini tentu sangat berbeda dnegan pegal linu yang cenderung tidak berhubungan dengan persendian.

Jika melihat fakta ini, radang sendi biasanya akan menyebabkan gejala yang jauh lebih berat sehingga sebaiknya diwaspadai. Namun, jika kita sering mengalami pegal linu, maka alangkah baiknya agar kita selalu mewaspadai gangguan kesehatan yang lebih serius layaknya kanker tulang, gangguan pada hormon, hingga masalah penyakit sistemik yang sebaiknya kita periksakan pada dokter.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*