Daftar Obat yang Efektif untuk Atasi Nyeri Sendi dan Otot

Daftar Obat yang Efektif untuk Atasi Nyeri Sendi dan Otot,- Melakukan aktivitas yang padat atau terlalu berat sering kali memicu timbulnya nyeri sendi dan otot. Selain itu, beberapa kondisi medis tertentu seperti osteoarthritis, asam urat, atau rheumatoid arthritis juga bisa menjadi penyebab terjadinya nyeri sendi dan otot. Untuk mengatasinya, terdapat beberapa pilihan obat yang efektif untuk mengatasi nyeri sendi dan otot, baik dalam bentuk obat minum, obat suntik, hingga obat oles.

Di Indonesia sendiri, umumnya orang menggunakan balsem panas untuk mengatasi nyeri sendi dan otot. Mereka percaya bahwa semakin panas balsem maka akan semakin efektif dan cepat menghilangkan nyeri sendi. Balsem panas atau kompres air panas memang dapat memberikan efek hangat dan terasa nyaman ketika dioleskan di daerah yang mengalami nyeri.

Beberapa ahli bahkan menyarankan kompres es yang dibalut handuk tipis untuk lebih membantu dalam meredakan nyeri. Namun, sebenarnya cara-cara tersebut hanya dapat mengurangi dan memberikan rasa nyaman seketika, tetapi tidak mengatasi peradangan yang menimbulkan nyeri pada sendi dan otot.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, terdapat beberapa jenis obat yang efektif untuk atasi nyeri sendi dan otot yang bisa Anda pilih, diantaranya :

Obat topikal atau oles (krim atau gel)

  • Capsaicin

Obat oles (umumnya berbentuk krim) yang mengandung capsaicin dapat digunakan untuk mengurangi nyeri sendi yang disebabkan oleh arthritis dan kondisi lain. Capsaicin dapat membantu mengirimkan sinyal rasa sakit yang akan memicu pelepasan endorfin (zat kimia tubuh yang menahan rasa sakit). Namun, perlu diperhatikan, krim capsaicin bisa menimbulkan sensasi perih atau menyengat di area yang diolesi krim ini.

  • Natrium diklofenak

Obat oles dengan kandungan natrium diklofenak merupakan obat yang aman dan efektif meredakan nyeri sendi. Natrium diklofenak termasuk dalam kelompok obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghentikan produksi zat penyebab rasa sakit dan peradangan. Selain bekerja sebagai antinyeri, obat golongan OAIS seperti natrium diklofenak ini juga memiliki efek lain seperti pereda demam dan anti-radang.

Aplikasikan gel natrium diklofenak di area kulit yang terasa nyeri untuk meredakan rasa sakit atau nyeri pada persendian, seperti lutut, pergelangan kaki, kaki, siku, pergelangan tangan, dan tangan.

Berbeda halnya dengan krim capsaicin yang menimbulkan rasa panas yang menyengat, gel ini mengatasi nyeri sendi namun tetap terasa nyaman di kulit. Obat oles yang mengandung natrium diklofenak juga aman digunakan karena memiliki efek samping yang minimal, berupa iritasi lokal pada kulit (kulit kering atau dermatitis kontak). Namun, efek samping inipun biasanya timbul pada penggunaan gel natrium diklofenak dalam jangka panjang.

Obat minum (pil, tablet)

  • Obat nyeri sendi yang tergolong dalam obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin, ibuprofen, naproxen sodium juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri sendi tingkat sedang hingga berat. Gunakan hanya pada saat sakit atau sesuai dengan petunjuk dokter. Karena obat golongan OAINS juga dapat memiliki efek samping, seperti gastritis (maag) dan berpotensi meningkatkan risiko pendarahan gastrointestinal. Obat golongan OAINS baru yang dikenal sebagai Cox-2 inhibitor juga baik untuk menghilangkan rasa sakit dengan efek samping yang minimal.
  • Obat yang digunakan untuk mengatasi kram otot bisa diberikan bersamaan dengan obat golongan OAINS untuk meningkatkan efek meredakan nyeri yang dialami.
  • Paracetamol efektif untuk meredakan nyeri sendi ringan tanpa pembengkakan. Selain nyeri sendi, paracetamol juga digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan dan sedang seperti sakit kepala, kram menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, osteoarthritis, bahkan untuk meredakan demam.
  • Obat opioid yang lebih kuat mungkin akan diresepkan dokter jika Anda mengalami nyeri sendi yang hebat. Penggunaan obat ini harus diberikan dalam pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan mual, penurunan kesadaran, kecanduan, dan ketergantungan.

Jika nyeri sendi dirasakan dibagian banyak tubuh, maka bisa digunakan natrium diklofenak jenis oral. Perlu dipahami, obat-obatan tersebut hanya digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan bukan penyebab yang mendasarinya. Bagi penderita arthritis, penyakit sendi, atau tendinitis yang sering mengalami nyeri sendi, dokter akan memberikan obat kortikosteroid dalam bentuk suntikan secara langsung ke sendi. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan menyarankan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan dalam sendi atau penggantian sendi.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti memiliki riwayat sakit jantung, operasi bedah jantung, tukak lambung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, alergi obat, perokok, dan asma.

Bagi wanita hamil dan yang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan) juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Anak-anak dan remaja dibawah usia 18 tahun tidak disarankan menggunakan obat ini. Jika Anda mengalami efek samping dari penggunaan obat-obatan ini atau mengalami iritasi setelah menggunakan krim atau gel pereda nyeri sendi, maka segera temui dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*