Gejala Nyeri Sendi Akibat Chikungunya yang Perlu Diwaspadai

Gejala Nyeri Sendi Akibat Chikungunya yang Perlu Diwaspadai,- Musim pancaroba memang membuat siapapun rentan terhadap flu. Salah satunya adalah flu tulang, atau sering disebut juga dengan demam chikungunya.

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan dari nyamuk yang terinfeksi. Nyamun yang dapat menularkan virus ini adalah nyamuk Aedes albopictus dan Aedes Aedes aegypti.

Terkadang chikungunya juga diklarifikasikan ke dalam virus rematik karena efeknya terhadap sendi. Maka dari itu, chikungunya sering dianggap sebagai flu tulang karena sering memengaruhi persendian penderitanya.

Beberapa gejala chikungunya yang sering timbul dan perlu diwaspadai diantaranya adalah demam tinggi sekitar 39-40 derajat celcius, sendi membengkak, dan juga timbul rasa sakit pada sendi bagian pergelangan kaki, punggung bawah, lutut, antar tulang jari, atau pergelangan tangan. Nyeri sendi akan dirasakan selama satu minggu dengan lama masa inkubasi 7-10 hari.

Pada beberapa kasus, nyeri sendi tersebut bisa bertahan sampai beberapa bulan bahkan bisa kambul atau timbul bercak kemerahan di punggung atau dada bagian atas yang bisa hilang sendiri. Nyeri sendi dapat terasa sangat hebat sampai mengganggu penderitanya tidak dapat beregerak akibat masuknya virus ke dalam sendi yang menimbulkan reaksi radang di dalam sendi.

Baca juga : Obat Pegal Linu saat Demam Tradisional untuk Anak dan Dewasa

Selain itu, penderita juga bisa merasakan kelelahan, pusing, sakit otot, mual, dan timbul ruam di kulit. Di Asia Tenggara, beberapa laporan kasus bisa menimbulkan perdarahan sehingga sering diduga sebagai DBD. Namun, pendarahan pada chikungunya tidak sehebat pada DBD dan tidak akan menyebabkan syok.

Angka kematian akibat chikungunya jauh lebih rendah dibandingkan dengan DBD. Meskipun begitu, infeksi chikungunya ternyata belakangan ini dilaporkan bisa juga menyebabkan hepatitis atau penurunan kesadaran. Faktor risiko untuk menjadi berat pada infeksi chikungunya terkait adanya penyakit penyerta seperti kencing manis, gangguan fungsi hati dan ginjal akibat sebab lain sebelumnya

Sampai saat ini belum ada obat untuk mencegah atau mengobati infeksi virus chikungunya. Upaya pengendalian chikungunya pada dasarnya sama dengan pengendalikan demam berdarah dengue (DBD). Penderita diberi obat penurun panas dan obat nyeri sendi, penyemprotan wilayah untuk membunuh nyamuk yang terinfeksi, membersihkan lingkungan dari jentik dan genangan air melalui PSN secara teratur dan lebih sering setelah hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*