Ini Dia Kebiasaan yang Bisa Memicu Nyeri Tulang Belakang

Nyeri pada tulang belakang merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh masyarakat. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa banyak kebiasaan yang sering mereka lakukan menjadi penyebab timbulnya nyeri pada tulang belakang.

Kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu keluahn nyeri tulang belakang diantaranya adalah seperti kebiasaan duduk yang membungkuk, kebiasaan bekerja dengan komputer dengan meja yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Selain itu, kebiasaan mengangkat barang berat dengan cara yang salah juga bisa menjadi salah satu pemicu nyeri tulang belakang.

Ini Dia Kebiasaan yang Bisa Memicu Nyeri Tulang Belakang

dr. Ferius Soewito, seorang Spesialis Kedokteran fisik dan rehabilitasi dari Flexfree Musculoskeletal Rehabilitation Clinic menyebutkan bahwa otot yang tidak terlatih pun menjadi faktor penyebab terjadinya nyeri, khususnya di bagian pinggang. Melakukan olahraga secara teratur selama 30 menit perharinya bisa menjadi solusi untuk membantu menguatkan otot, sehingga bisa menstabilkan dan menyokong tulang belakang dengan lebih baik.

Tulang belakang merupakan bagian yang kompleks. Selain tulang, disana juga terdapat otot,sendi, jaringan ikat, syaraf dan pembuluh darah. Semua kelainan pada bagian ini bisa menyebabkan keluhan ditulang belakang. Nyeri tulang belakang bukanlah satu-satunya tanda adanya kelainan di bagian tersebut.

“Nyeri di tulang belakang saja bukan sebuah tanda spesifik bahwa pasti ada kelainan di tulang belakang. Ada organ-organ dalam yang dapat juga menimbulkan nyeri alih di tulang belakang. Sebagai contoh, sumbatan jantung dapat menimbulkan nyeri pada dada yang menjalar sampai ke punggung.

Baca Juga : Terapi Panas, Solusi Mudah untuk Atasi Pegal Linu

Dia menambahkan, kelainan tulang belakang juga dapat menyebabkan keluhan di tempat lain, seperti pergeseran tulang belakang pinggang yang mengenai syaraf akan menimbulkan keluhan nyeri menjalar di kaki.

Pada umumnya, penanganan masalah tulang belakang terbagi menjadi dua, yaitu konvebnsional dan operatif. Sebelum dokter melakukan tindakan pengobatan, biasanya ia akan memeriksa pasien dan menanyakan riwayat kelihannya. Selanjutnya, informasi tersebut akan mengarahkan dokter pada diagnosis dan penyebab nyeri. Pasien pun akan menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, USG, MRI, dan sebagainya.

Untuk menentukan terapi yang tepat, maka dokter harus menentukan diagnosisinya. Semakin akurat diagnosis yang di dapat, maka semakin akurat terapi yang diberikan dan hasilnya pun semakin efektif.

Selain itu, dokter juga perlu mempertimbangkan kondisi-kondisi umum lainnya, kontraindikasi lalu, jika ingin melakukan terapi manual, maka harus dipastikan stabilitas tulang belakang dalam kondisi yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*