Waspada! 2 Jenis Makanan Ini Bisa Perparah Nyeri Sendi

Waspada! 2 Jenis Makanan Ini Bisa Perparah Nyeri Sendi,- Arthritis merupakan kondisi yang melemahkan dan sangat mengganggu. Nyeri sendi tersebut bisa membuat pekerjaan yang paling sederhana sekalipun akan terasa sulit untuk dilakukan. Seringkali orang mencari jawaban dalam bentuk pengobatan, bukan tindakan pencegahan. Padahal, itulah yang seharusnya dilakukan.

Ada banyak faktor yang berkontribusi pada timbulnya nyeri sendi. Selain genetika dan penuaan, makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa menjadi faktor penyebab timbulnya nyeri sendi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Kesehatan dan Inovasi Biomedis Queensland University, menunjukkan bahwa makanan cepat saji dan lemak jenuh dapat membuat nyerisendi lebih parah daripada sharusnya. Junk food dapat dengan mudah dihindari karena kebanyakan orang tidak mengonsumsinya setiap hari.

Walaupun demikian, ternyata ada dua jenis makanan lain yang juga bisa berdampak negatif pada nyeri sendi yang Anda alami. 2 jenis makanan yang bisa perparah nyeri sendi tersebut yaitu produk susu dan daging sapi.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Central Florida, bakteri yang terkait dengan produk sapi dapat memicu perkembangan beberapa gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan diabetes tipe 1.

Bakteri Mycobacterium avium pratuberculosis (MAP) dapat ditemukan pada produk susu, daging sapi, dan hasil panene yang ditanam pada kotoran sapi. Bakteri ini kemudian dapat bermutasi dengan gen yang sudah ada di tubuh, yaitu PTPN2/22.

Jika mutasi terjadi pada gen ini, maka protein PTPN2/22 tidak akan berfungsi dengan baik. Ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh terlalu aktif yang berlanjut pada gangguan autoimun.

Keyakinannya adalah bahwa MAP bertindak sebagai pemicu untuk penyakit Crohn dan diabetes tipe 1. Para periset juga percaya bahwa MAP memengaruhi rheumatoid arthritis.

“Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang dirancang untuk menjelaskan penyebab peradangan molekuler pada RA sehubungan dengan pemicu lingkungan seperti MAP,” tulis para penulis di Frontiers in Cellular and Infection Microbiology.

Lebih lanjut, Robert C. Sharp menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Misalnya saja untuk mengetahui mengapa MAP lebih dominan pada pasien dengan nyeri sendi, sedangkan ke yang lain tidak.

Baca juga :

Tips Atasi Nyeri Sendi Tanpa Obat
Obat Pegal Linu Nyeri Sendi Alami
Daftar Obat yang Efketif untuk Atasi Nyeri Sendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*